KUR Syariah jadi salah satu pilihan menarik bagi pelaku usaha yang menjalankan bisnis berdasarkan prinsip syariah. Di tahun 2026, Bank Syariah Indonesia (BSI) masih menjadi salah satu lembaga keuangan yang menawarkan program ini. Tapi, sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya pahami dulu syarat dan cara pengajuan yang berlaku saat ini.
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk membantu pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapatkan akses permodalan dengan bunga yang ringan. KUR Syariah menyesuaikan prinsip-prinsip syariah dalam mekanisme penyaluran dan pengelolaannya.
Syarat dan Ketentuan KUR Syariah di BSI Tahun 2026
Sebelum mengajukan KUR Syariah di BSI, calon peminjam perlu memenuhi sejumlah syarat. Ini penting untuk memastikan bahwa pinjaman digunakan secara produktif dan sesuai dengan tujuan program.
1. Memiliki Usaha yang Sesuai dengan Prinsip Syariah
Usaha yang dijalankan harus halal dan tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Ini mencakup jenis usaha yang dilarang seperti jasa keuangan konvensional, minuman keras, judi, atau produk-produk yang mengandung unsur riba.
2. Berbadan Hukum atau Tidak? Boleh Keduanya
BSI menerima pengajuan dari pelaku usaha yang sudah memiliki badan hukum maupun yang belum. Yang penting, usaha tersebut aktif beroperasi dan memiliki potensi pengembangan.
3. Usia dan Status Peminjam
Peminjam harus berusia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun saat jatuh tempo pinjaman. Status bisa perseorangan, kelompok, atau badan usaha, tergantung skema yang dipilih.
4. Memiliki Rekening di BSI
Meskipun tidak wajib sejak awal, memiliki rekening aktif di BSI bisa memperlancar proses pencairan dan monitoring usaha oleh pihak bank.
5. Melampirkan Dokumen Usaha
Dokumen yang dibutuhkan antara lain:
- Fotokopi KTP
- Fotokopi NPWP
- Surat keterangan usaha (SKU) atau surat izin usaha lainnya
- Laporan keuangan atau catatan transaksi usaha (jika ada)
- Foto lokasi usaha
- Rekening koran atau buku tabungan (jika ada)
6. Usaha Minimal Berjalan 6 Bulan
Usaha yang baru berdiri kurang dari 6 bulan biasanya belum bisa mengajukan KUR Syariah. Ini untuk memastikan bahwa usaha memiliki riwayat transaksi yang bisa dinilai.
7. Tidak Masuk dalam Daftar Hitam
Calon peminjam tidak boleh memiliki catatan macet atau tunggakan di lembaga keuangan manapun. Ini berlaku juga untuk rekening pribadi yang pernah bermasalah.
Cara Mengajukan KUR Syariah di BSI
Setelah memenuhi semua syarat, langkah selanjutnya adalah mengajukan pinjaman. Prosesnya cukup mudah, asalkan dokumen lengkap dan prosedur diikuti dengan benar.
1. Datangi Kantor Cabang BSI Terdekat
Langkah pertama adalah datang langsung ke kantor cabang BSI terdekat. Di sana, nasabah bisa berkonsultasi dengan petugas untuk mendapatkan formulir pengajuan.
2. Isi Formulir Pengajuan KUR
Formulir ini berisi data diri, informasi usaha, dan tujuan penggunaan dana. Pastikan semua informasi diisi dengan jujur dan akurat agar tidak terjadi kendala di kemudian hari.
3. Serahkan Dokumen yang Dibutuhkan
Setelah formulir selesai diisi, langkah berikutnya adalah menyerahkan dokumen pendukung yang telah disiapkan. Petugas akan memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen tersebut.
4. Menunggu Verifikasi dan Survey
Tim dari BSI akan melakukan verifikasi administrasi dan survey lapangan ke lokasi usaha. Tujuannya untuk memastikan bahwa usaha benar-benar aktif dan layak mendapatkan pinjaman.
5. Pencairan Dana
Jika lolos verifikasi dan survey, dana akan dicairkan ke rekening peminjam. Besaran plafon pinjaman tergantung dari skema KUR yang dipilih dan kapasitas usaha.
Besaran Plafon dan Skema KUR Syariah
Berikut rincian plafon dan skema KUR Syariah yang berlaku di BSI tahun 2026:
| Skema KUR | Plafon Maksimal | Tujuan Penggunaan |
|---|---|---|
| KUR Mikro | Rp 10 juta | Modal kerja |
| KUR Kecil | Rp 100 juta | Modal kerja & investasi |
| KUR Menengah | Rp 500 juta | Investasi & ekspansi usaha |
Disclaimer: Besaran plafon dan syarat bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah dan BSI. Informasi ini bersifat referensi dan tidak mengikat.
Tips Agar Pengajuan KUR Syariah Lebih Mudah Disetujui
Mengajukan KUR Syariah bukan jaminan diterima. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang persetujuan.
Persiapkan Dokumen dengan Rapi
Dokumen yang lengkap dan rapi memberi kesan profesional dan mempercepat proses verifikasi. Jangan sampai ada dokumen yang rusak atau tidak terbaca.
Jaga Riwayat Keuangan Bersih
Pastikan tidak ada tunggakan atau catatan macet di lembaga keuangan lain. Ini bisa memengaruhi keputusan pihak bank.
Tunjukkan Potensi Usaha yang Realistis
Dalam formulir dan saat survey, tunjukkan bahwa usaha memiliki prospek baik dan mampu mengembalikan pinjaman sesuai jadwal.
Pilih Skema yang Sesuai
Jangan memaksakan pengajuan plafon tinggi jika usaha belum layak. Pilih skema yang sesuai dengan kondisi usaha saat ini.
Penutup
KUR Syariah di BSI tahun 2026 tetap menjadi opsi menarik bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya tanpa melanggar prinsip syariah. Dengan memenuhi syarat dan mengikuti prosedur yang benar, peluang untuk mendapatkan pinjaman pun semakin besar. Yang terpenting, tetap realistis dan jujur dalam setiap tahapan pengajuan.