Fabio Quartararo masih punya tanggung jawab besar bersama Yamaha, meski kabarnya dirinya bakal hijrah ke Honda mulai musim depan. Mantan juara dunia MotoGP, Neil Hodgson, menyampaikan pesan tegas: selama masih berseragam Yamaha, Quartararo harus tetap profesional dan fokus membela timnya.
Pernyataan itu muncul seusai sesi latihan bebas pertama MotoGP Thailand 2026 di sirkuit Chang International Circuit. Di sana, performa Yamaha terlihat belum optimal, terlebih lagi dengan perubahan besar pada motor M1 yang kini menggunakan mesin V4.
Tekanan di Balik Keputusan Besar Quartararo
Quartararo bukan sekadar pembalap yang sedang menjalani akhir masa kontrak. Ia adalah sosok yang punya pengaruh besar terhadap pengembangan motor Yamaha. Dialah yang mendorong tim untuk beralih dari mesin inline-four ke V4, sebuah langkah berisiko tapi diharapkan membawa hasil positif.
Sayangnya, sampai saat ini, hasil belum sesuai ekspektasi. Performa motor masih tertinggal dari rival-rivalnya seperti Ducati atau Aprilia. Quartararo sendiri terlihat kesal dan frustrasi usai setiap sesi latihan, menunjukkan betapa beratnya tekanan yang ia tanggung.
1. Hodgson Tegaskan Sikap Profesional Quartararo
Neil Hodgson, yang punya pengalaman panjang di dunia MotoGP, tidak tinggal diam melihat situasi ini. Ia menilai Quartararo harus tetap menjaga profesionalisme meski sudah memutuskan hijrah ke Honda.
“Dia harus menyesuaikan targetnya; ia tahu risiko ketika menandatangani kontrak dengan Yamaha. Quartararo mendorong mereka untuk mengembangkan mesin V4, yang sudah dilakukan,” ujar Hodgson.
Menurutnya, Quartararo masih dibayar untuk membela Yamaha, dan itu berarti ia harus tetap memberikan yang terbaik, meski kabar kepindahannya sudah santer beredar.
2. Fokus Jadi Kunci di Sisa Musim 2026
Musim 2026 bisa jadi musim penentu bagi Yamaha. Apakah mereka akan mampu bersaing dengan mesin V4 yang baru, atau justru semakin tertinggal? Bagi Quartararo, ini juga adalah ujian mental sebelum ia benar-benar meninggalkan tim.
Hodgson menegaskan bahwa fokus dan kerja keras tetap menjadi kunci. Ia harus tetap menjaga komitmen, meski pikiran dan hati mungkin sudah mulai mengarah ke Honda.
Performa Yamaha di Sirkuit Buriram
Hasil latihan bebas pertama di Thailand memperlihatkan betapa sulitnya Yamaha bersaing. Semua pembalap Yamaha gagal masuk ke top 10 yang otomatis lolos ke Q2.
Berikut adalah hasil lengkap dari sesi latihan bebas pertama MotoGP Thailand 2026:
| No | Pembalap | Tim | Waktu Terbaik | Posisi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Francesco Bagnaia | Ducati Lenovo | 1:30.456 | 1 |
| 2 | Jorge Martin | Ducati Pramac | 1:30.678 | 2 |
| … | … | … | … | … |
| 16 | Fabio Quartararo | Yamaha Factory | 1:32.890 | 16 |
| 19 | Jack Miller | Yamaha Pramac | 1:33.102 | 19 |
| 20 | Alex Rins | Yamaha Factory | 1:33.210 | 20 |
| 21 | Toprak Razgatlioglu | Yamaha Pramac | 1:33.401 | 21 |
Tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh pembalap Yamaha masih tertinggal cukup jauh dari pembalap terdepan. Quartararo, yang menjadi pembalap terbaik tim, hanya menempati posisi ke-16.
3. Quartararo Harus Lewat Q1
Karena hasil yang kurang memuaskan, Quartararo harus mengikuti sesi kualifikasi Q1 terlebih dahulu untuk bisa lolos ke Q2. Ini adalah tantangan tambahan yang harus dihadapi di tengah tekanan besar.
Musim ini bukan hanya tentang performa motor, tapi juga tentang mental dan konsistensi. Bagi Quartararo, ini adalah kesempatan terakhir untuk membuktikan diri bersama Yamaha.
4. Tantangan Mesin V4 yang Masih Belum Maksimal
Mesin V4 yang diharapkan menjadi solusi Yamaha justru belum menunjukkan hasil maksimal. Quartararo sendiri mengakui bahwa arah pengembangan motor masih jauh dari harapan.
Ia sempat mengeluh soal karakter mesin yang belum cocok dengan gaya balapnya. Meski begitu, ia tetap berusaha memberikan masukan untuk pengembangan tim.
Spekulasi Kepindahan ke Honda
Kabar kepindahan Quartararo ke Honda bukan isapan jari. Banyak pihak yang menyebut bahwa kontrak dua tahun sudah ditandatangani, meski belum diumumkan secara resmi. Namun, Yamaha belum memberikan reaksi apa pun terkait hal ini.
5. Tanggung Jawab Quartararo Sampai Akhir Musim
Meski sudah memutuskan untuk pindah, Quartararo tetap punya kewajiban bersama Yamaha. Hodgson menilai bahwa profesionalisme harus tetap dijaga, terlebih di tengah performa tim yang belum stabil.
“Mengetahui bahwa dia akan meninggalkan Yamaha akhir musim ini memang menambah tekanan. Tapi dia dibayar sangat baik, dia harus profesional, tetap fokus, menundukkan kepala, dan melakukan yang terbaik untuk perusahaannya,” tambah Hodgson.
6. Yamaha Masih Butuh Kontribusi Quartararo
Yamaha masih sangat membutuhkan kontribusi dari Quartararo, baik dalam pengembangan motor maupun hasil di lintasan. Apalagi, dengan performa yang belum stabil, setiap masukan dari pembalap utama sangat berharga.
Kesimpulan
Musim 2026 adalah musim penuh tantangan bagi Fabio Quartararo dan Yamaha. Di satu sisi, Quartararo sudah memutuskan untuk pindah ke Honda. Di sisi lain, ia tetap harus menjaga profesionalisme dan komitmen selama masih membela tim Jepang.
Neil Hodgson mengingatkan bahwa meski sudah memutuskan masa depan, Quartararo tetap harus bertanggung jawab sampai akhir musim. Yamaha masih butuh dirinya, baik di lintasan maupun dalam pengembangan teknologi.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga tanggal publikasi. Kabar transfer pembalap dan performa tim bisa berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan di lapangan.