Pertandingan sengit antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3/2026) malam WIB, berakhir dengan skor 2-2. Hasil ini memang cukup dramatis, mengingat kedua tim saling menyerang dan menciptakan banyak peluang. Namun, yang lebih menarik perhatian adalah sikap pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, seusai laga. Alih-alih memberikan respons seperti biasa dalam konferensi pers, pria asal Kroasia ini memilih diam total.
Keputusan Hodak untuk tidak bicara bukan tanpa alasan. Ia hadir dalam sesi konferensi pers bersama dua pemainnya, Frans Putros dan Yaya Sunarya, namun langsung menyatakan bahwa tidak ada yang bisa dibahas. Nada datarnya menyiratkan kekecewaan mendalam, terutama terkait jalannya pertandingan dan penilaian wasit.
Alasan di Balik Kebungkaman Bojan Hodak
Keputusan pelatih asal Kroasia ini langsung jadi sorotan. Padahal, biasanya pelatih akan memberikan penjelasan, baik itu soal performa tim, strategi, hingga evaluasi wasit. Tapi kali ini, Hodak memilih jalan lain.
1. Protes Kepemimpinan Wasit
Salah satu faktor utama di balik keputusan Hodak adalah kepemimpinan wasit Eko Saputra. Dalam pertandingan yang penuh tekanan ini, beberapa keputusan wasit menuai kontroversi, terutama terkait pemberian penalti untuk Persebaya di babak pertama.
Wasit menggunakan VAR untuk memastikan keputusan tersebut, dan akhirnya Bruno Moreira sukses mengeksekusi penalti di menit ke-44. Namun, banyak pihak yang mempertanyakan validitas insiden yang memicu penalti tersebut.
Hodak sendiri mengaku tidak bisa berkomentar lebih jauh karena takut terkena sanksi. “Saya tidak bisa bicara soal wasit. Kalau bukan itu, tak ada yang perlu dibicarakan,” ujarnya singkat.
2. Rasa Frustrasi yang Mendalam
Selain masalah wasit, suasana pertandingan yang panas juga turut memengaruhi emosi Hodak. Duel antara dua tim besar seperti Persebaya dan Persib memang selalu memunculkan tensi tinggi, baik di lapangan maupun di tribun.
Suporter kedua tim saling menyemangati dan memberikan dukungan penuh, tapi di sisi lain, juga menciptakan tekanan besar bagi tim dan ofisial. Hodak tampak kesal dengan dinamika pertandingan yang berjalan terlalu emosional.
3. Permintaan Maaf yang Tulus
Meski memilih bungkam, Hodak tetap menyampaikan permintaan maaf kepada awak media. Ia menyadari bahwa kehadirannya dalam konferensi pers tanpa memberikan pernyataan bisa dianggap tidak profesional.
Namun, Hodak menegaskan bahwa pilihan ini adalah bentuk protes terhadap situasi yang dirasakan selama pertandingan. “Saya minta maaf, tapi tak ada yang bisa dibicarakan,” ucapnya sebelum meninggalkan ruangan.
Jalannya Pertandingan yang Penuh Drama
Pertandingan ini memang layak disebut sebagai salah satu laga paling menarik di pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Kedua tim saling serang dan menciptakan banyak gol.
1. Persebaya Unggul dari Penalti
Babak pertama dimenangkan oleh Persebaya setelah wasit memberikan penalti di menit ke-44. Bruno Moreira yang maju sebagai eksekutor sukses membobol gawang Persib yang dikawal I Made Wirawan.
2. Persib Bangkit di Babak Kedua
Di babak kedua, Persib menunjukkan karakter juara. Luciano Guaycochea menyamakan kedudukan di menit ke-51 dengan sundulan akuratnya. Lalu, Andrew Jung membawa Persib unggul 2-1 di menit ke-73.
3. Persebaya Menyamakan Skor di Menit Akhir
Namun, keunggulan Persib hanya bertahan sebentar. Toni Firmansyah memberikan assist kepada Francisco Rivera yang mencetak gol penyamai kedudukan di menit ke-83. Skor 2-2 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dampak Hasil Imbang pada Klasemen Sementara
Hasil imbang ini memberikan dampak berbeda bagi kedua tim. Meski gagal menang, Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 54 poin dari 23 pertandingan.
| Tim | Poin | Jumlah Pertandingan |
|---|---|---|
| Persib Bandung | 54 | 23 |
| Persebaya Surabaya | 39 | 23 |
Sementara itu, Persebaya Surabaya masih berada di posisi kelima, dengan jarak cukup jauh dari zona papan atas. Mereka butuh peningkatan performa jika ingin lolos ke tahap playoff.
Antusiasme Penonton yang Membara
Pertandingan ini dihadiri oleh lebih dari 31.000 penonton. Stadion Gelora Bung Tomo pun dipadati suporter dari kedua tim. Suasana panas dan penuh semangat memang sudah menjadi ciri khas laga derby antara Persebaya dan Persib.
Suporter memberikan dukungan penuh, nyanyian lagu-lagu khas, hingga membuat tekanan tersendiri bagi para pemain. Tidak heran jika suasana seperti ini bisa memengaruhi jalannya pertandingan dan emosi pelatih.
Jadwal Lanjutan Kedua Tim
Setelah laga sengit ini, kedua tim akan segera kembali bertanding di pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026.
| Tim | Lawan | Tanggal | Lokasi |
|---|---|---|---|
| Persib Bandung | Persik Kediri | 9 Maret 2026 | Stadion Si Jalak Harupat |
| Persebaya Surabaya | Persija Jakarta | 10 Maret 2026 | Stadion Gelora Bung Tomo |
Kedua tim tentu harus segera memulihkan mental dan fisik jelang pertandingan berikutnya. Terutama Persib, yang masih memimpin klasemen dan punya target juara.
Kesimpulan
Silence speaks louder than words. Itulah yang terjadi dengan Bojan Hodak seusai laga melawan Persebaya. Pilihan untuk tidak bicara justru memicu lebih banyak pertanyaan dan perhatian dari publik.
Keputusan ini mencerminkan betapa panasnya pertandingan dan betapa besar tekanan yang dirasakan oleh pelatih dan tim. Dalam dunia sepak bola yang penuh dinamika, sikap seperti ini memang langka, tapi bisa menjadi cerminan situasi lapangan yang tidak biasa.
Disclaimer: Data dan jadwal dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan penyelenggara liga.