Musim MotoGP 2025 jadi babak baru bagi Marc Marquez. Kembalinya performa terbaik sang juara dunia membuat banyak orang terkejut. Tapi, Andrea Dovizioso punya pandangan berbeda untuk musim 2026. Menurutnya, Marquez nggak bakal semudah itu kembali mendominasi.
Prediksi ini bukan tanpa dasar. Banyak faktor yang bisa jadi penghalang, mulai dari kondisi fisik hingga kesiapan rival-rivalnya.
Dominasi Marquez di MotoGP 2025
Musim lalu, Marquez memang bikin semua orang terdiam. Bersama Ducati Lenovo Team, dia sukses meraih gelar juara dunia ketujuh. Performa luar biasa dengan 25 kemenangan dari 36 balapan jelas bukti kalau dia masih di puncak permainan.
Tapi, kegemilangannya berakhir kurang indah. Hanya sepekan setelah gelar juara pasti, Marquez mengalami patah tulang selangka. Cedera ini jadi sorotan besar karena bisa berdampak pada performa di musim depan.
Rival Siap Lawan Marquez
Andrea Dovizioso, mantan pembalap yang dikenal sebagai rival sengit Marquez, punya pandangan tajam soal ini. Dia bilang, para pembalap lain sudah punya gambaran lebih jelas tentang kekuatan Marquez.
“Kita harus lihat kondisi fisik Marc. Kalau dia pulih total, ya pasti masih kompetitif. Tapi hasilnya nggak akan sama kayak tahun lalu,” ujar Dovizioso.
Menurutnya, musim lalu banyak rival belum siap menghadapi performa luar biasa Marquez. Tapi tahun ini, situasinya beda. Semua sudah belajar dan siap menyerang.
1. Aprilia Siap Naik Kelas
Salah satu tim yang disebut Dovizioso bakal jadi ancaman adalah Aprilia. Performa Marco Bezzecchi dan Aleix Espargaro di musim lalu memang menjanjikan.
2. Ducati Tetap Favorit, Tapi Bukan Satu-satunya
Ducati masih punya banyak senjata, terutama dengan Jorge Martin dan Pecco Bagnaia. Tapi, keunggulan mereka nggak sebesar tahun lalu. Semua tim sudah mulai mengejar ketertinggalan.
Pengamat MotoGP: Marquez Lebih Rentan
Peter Bom, salah satu pengamat MotoGP, juga setuju dengan pandangan Dovizioso. Menurutnya, Marquez lebih rentan di musim 2026.
Beberapa crash saat tes pramusim di Buriram jadi bukti kalau dia belum sepenuhnya nyaman dengan motor Ducati terbaru. Meski begitu, Marquez tetap jadi kandidat kuat juara.
3. Kondisi Fisik Masih Jadi Pertanyaan
Cedera terakhir Marquez belum lama terjadi. Proses pemulihan memang penting, tapi nggak semua pembalap bisa langsung kembali ke performa terbaik.
4. Tekanan Mental Setelah Cedera
Selain fisik, tekanan mental juga jadi faktor. Banyak pembalap yang merasa ragu setelah mengalami cedera serius. Ini bisa memengaruhi performa di trek.
Rekor 100 Kemenangan Masih Jadi Target
Meski banyak tantangan, Marquez punya target besar di musim 2026. Dia tinggal selangkah lagi dari rekor 100 kemenangan di ajang Grand Prix.
Saat ini, koleksi kemenangannya sudah mencapai 99. Satu kemenangan lagi bakal menorehkan sejarah baru. Bahkan, dia punya peluang untuk mendekati rekor Valentino Rossi di kelas utama.
5. Target Jangka Panjang
Untuk menyamai rekor Rossi, Marquez butuh 16 kemenangan lagi. Kalau bisa melampaui itu, dia bakal jadi pembalap dengan kemenangan terbanyak di kelas utama.
6. Tantangan di Setiap Balapan
Tapi, target itu nggak akan mudah dicapai. Dengan persaingan yang makin ketat, setiap balapan bakal jadi pertarungan sengit.
Persaingan Terbuka di MotoGP 2026
Dengan semua faktor di atas, MotoGP 2026 diprediksi bakal lebih terbuka. Marquez tetap jadi favorit, tapi bukan satu-satunya pembalap yang punya peluang juara.
7. Banyak Kandidat Juara
Selain Marquez, nama-nama seperti Bagnaia, Martin, Quartararo, dan Bezzecchi juga jadi kandidat kuat. Semua punya kekuatan dan pengalaman.
8. Strategi Tim Jadi Kunci
Musim ini, strategi tim bakal jadi penentu. Tim yang bisa mengoptimalkan performa motor dan pembalap bakal punya peluang lebih besar.
Kesimpulan
Andrea Dovizioso punya alasan kuat saat menyebut Marc Marquez nggak akan dominan di MotoGP 2026. Kondisi fisik, kesiapan rival, dan intensitas persaingan jadi faktor utama.
Tapi, ini bukan berarti Marquez bakal menghilang. Dia tetap punya potensi besar, terutama kalau bisa kembali ke performa terbaik. Hanya saja, kali ini jalan bakal lebih berat.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini didasarkan pada perkiraan dan opini hingga Februari 2026. Hasil balapan, kondisi fisik pembalap, dan regulasi MotoGP bisa berubah sewaktu-waktu.