Beranda » Berita » Mengapa Dzikir 10 Hari Terakhir Ramadhan Penuh Berkah Harus Dilakukan?

Mengapa Dzikir 10 Hari Terakhir Ramadhan Penuh Berkah Harus Dilakukan?

Sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi waktu yang sangat istimewa bagi umat Muslim. Bukan tanpa alasan, karena pada periode ini terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya setara dengan seribu bulan. Banyak ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan, salah satunya adalah dzikir.

Dzikir di sepuluh hari terakhir Ramadhan bukan sekadar kebiasaan. Ia adalah sarana untuk mendekatkan diri pada Allah, terutama saat malam-malam penuh berkah. Dengan dzikir, jiwa menjadi lebih tenang, dan hati lebih peka pada kehadiran-Nya.

Mengapa Dzikir di 10 Hari Terakhir Ramadhan Istimewa?

1. Malam Lailatul Qadar Terdapat di Malam Ganjil

Malam Lailatul Qadar biasanya jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, seperti 21, 23, 25, 27, atau 29. Malam ini adalah malam penuh rahmat dan ampunan.

Baca Juga:  Daftar Rumah Sakit BPJS Terbaik di Batam yang Bisa Anda Percaya!

2. Dzikir sebagai Bentuk Ketaatan dan Kerinduan

Melantunkan dzikir di malam hari menunjukkan kerinduan akan kehadiran Allah. Ini adalah bentuk ketaatan sekaligus pengharapan akan ampunan serta ridha-Nya.

3. Meningkatkan Kualitas Ibadah

Dengan dzikir, konsentrasi dalam ibadah meningkat. Hati yang terbiasa berdzikir akan lebih mudah merasakan kekhidmatan dalam salat dan ibadah lainnya.

Jenis Dzikir yang Dianjurkan

1. Dzikir Setelah Shalat Wajib

Setelah shalat lima waktu, disunnahkan membaca dzikir berikut:

  • Subhanallah 33x
  • Alhamdulillah 33x
  • Allahu Akbar 34x

2. Dzikir di Malam Hari

Di malam-malam ganjil Ramadhan, tambahan dzikir bisa dilakukan, seperti:

  • La ilaha illallah wahdahu la sharika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir (10x)
  • Astaghfirullah (100x)

3. Dzikir Sesuai Petunjuk Rasulullah

Rasulullah SAW menganjurkan dzikir berikut di sepuluh hari terakhir:

"Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa shareeka lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘ala kulli shay-in qadeer" (100x pagi dan sore)

Waktu Terbaik untuk Berdzikir

1. Malam Hari

Waktu dzikir paling utama adalah di sepertiga malam akhir, saat turunnya Lailatul Qadar. Namun, jika tidak mampu begadang, cukup lakukan sebisa.

2. Setelah Shalat Tarawih

Shalat tarawih adalah bagian dari ibadah malam di Ramadhan. Setelahnya adalah waktu yang tepat untuk dzikir.

3. Saat Sahur

Sahur juga menjadi waktu dzikir yang baik. Dzikir saat perut masih kosong diyakini lebih mudah diterima.

Tips agar Dzikir Makin Khusyuk

1. Pilih Tempat yang Tenang

Tempat yang sepi dan nyaman membantu fokus saat berdzikir. Jauhi gangguan teknologi dan kebisingan.

2. Gunakan Tasbih atau Hitungan Digital

Menggunakan tasbih atau aplikasi hitungan dzikir membantu menjaga konsistensi jumlah bacaan.

Baca Juga:  Laba Bersih Emiten Haji Isam TEBE Tembus Rp132,72 Miliar di Tahun 2025!

3. Pahami Maknanya

Dzikir bukan sekadar mengulang kata. Memahami makna tiap dzikir meningkatkan kekhusyukan dan keberkahan.

Perbandingan Dzikir di 10 Hari Terakhir dengan Hari Biasa

Aspek Dzikir Hari Biasa Dzikir 10 Hari Terakhir
Waktu Utama Pagi dan sore Malam hari
Intensitas Ringan Intensif
Tujuan Menjaga kebiasaan ibadah Mencari Lailatul Qadar
Jenis Dzikir Umum Disesuaikan dengan sunnah

Dzikir yang Dianjurkan untuk Malam Lailatul Qadar

1. Dzikir Panjang

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni"
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, dan Engkau mencintai ampunan, maka ampunilah aku."

2. Dzikir Singkat

"Subhanaka Allahumma wa bihamdika, asyhadu an la ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilayk"
Artinya: "Maha suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."

Syarat agar Dzikir Diterima

1. Niat Ikhlas

Niat adalah dasar dari segala amal. Tanpa niat tulus, dzikir hanya menjadi rutinitas tanpa nilai ibadah.

2. Menjaga Lidah dari Maksiat

Lidah yang digunakan untuk berdzikir seharusnya tidak dipakai untuk mencela, berbohong, atau ghibah.

3. Konsistensi

Dzikir yang rutin dan konsisten lebih berkah daripada yang dilakukan secara terputus-putus.

Kesalahan Umum dalam Berdzikir

1. Menganggap Dzikir Hanya Ritual

Dzikir bukan sekadar rutinitas. Ia adalah dialog dengan Sang Pencipta.

2. Tidak Memperhatikan Makna

Mengulang dzikir tanpa memahami maknanya membuat dzikir kehilangan esensi.

3. Terburu-buru

Dzikir yang tergesa-gesa tidak akan membawa ketenangan. Perlambat lafal dan rasakan maknanya.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan berdasarkan referensi klasik serta praktik sunnah. Beberapa amalan bisa berbeda antara mazhab atau tradisi lokal. Data dan waktu bisa berubah sesuai tahun dan kondisi lokal. Pastikan selalu merujuk pada sumber terpercaya atau ulama setempat untuk panduan ibadah yang tepat.

Baca Juga:  Makanan Ajaib Penambah Darah Alami yang Bisa Sembuhkan Anemia Tanpa Obat!

Ramadhan adalah peluang langka untuk mendekatkan diri pada Allah. Dengan dzikir yang konsisten dan penuh makna, sepuluh hari terakhir bisa menjadi awal baru menuju kehidupan yang lebih bermakna. Jangan lewatkan momen emas ini.